13 Juli 2008

STONER RAJAI SACHSENRING

Ditengah lintasan yang basah karena hujan, Stoner kembali menunjukkan keperkasaannya pada seri MotoGP Sachsenring, Jerman minggu sore tadi. Memulai start dari pole position di depan Dani Pedrosa, Stoner mengakhiri balapan menjadi finish tercepat.
Saat start, Dani Pedrosa yang menempati pole position kedua langsung memimpin didepan Stoner, bahkan sudah membuat jarak yang waktu lebih dari 6 detik hingga kecelakaan menghentikannya di lap 5.

Disamping Pedrosa, Jorge Lorenzo, rekan Valentino “the doctor” Rossi di tim Fiat Yamaha yang menggunakan ban Michelin bahkan sudah terjatuh dilap 3. Lintasan basah sepertinya menjadi mimpi buruk bagi pengguna ban Michelin, dan ini membuktikan bahwa ketangguhan Bridgstone belum sanggup ditandingi Michelin sepenuhnya.

Sementara Valentino Rossi yang start diurutan 7 harus puas menjadi juara ke 2. Rossi juga membuktikan, bahwa pilihan menggunakan ban Bridgstone yang selama ini dianggap sikap kekanakan, adalah pilihan yang tepat.
Hasil fenomenal justru dipertunjukkan Chris Vermeulen yang mengendarai Suzuki. Memulai start dari urutan ke 17, dia mampu menyodok dan finis ketiga. Ini juga menunjukkan hebatnya Vermeulen jika bertanding dilintasan basah, dan ini sudah dibuktikannya pada seri MotoGP tahun lalu.

Dengan hasil ini klasemen sementara MotoGP kembali direbut Rossi dengan nilai 187 , menggeser Dani Pedrosa dengan selisih 16 poin. Sementara juara dunia tahun lalu Casey Stoner menempel ketat ditempat ketiga dengan nilai 167.

Seri MotoGP tahun ini memang menyajikan persaingan yang sangat ketat. Disamping ketiga pembalap pemimpin 3 besar klasemen sementara, peluang juga masih dimiliki rokkie Jorge Lorenzo. Sayang, selepas cidera pada seri keempat, dia masih belum menemukan performa terbaik seperti yang ditunjukkannya pada seri-seri awal.

Masih banyak sisa seri MotoGP tahun ini, dan itu masih memungkinkan kita mendapat kejutan-kejutan. Sebagai penggemar the Doctor, saya memang mengharapkan Rossi tetap konsisten dan akhirnya menjadi juara kembali setelah 2 tahun berturut-turut gagal.
Kesempatan memang sangat terbuka, tetapi pada akhirnya pembalap bermental juara, berpenampilan paling konsisten serta motor dan tim terbaiklah yang kelak menjadi kampiunnya.

Kita tunggu seri MotoGP selanjutnya. Anda dukung siapa????

PAGUYUBAN MBANGUN DESO

Paguyuban Mbangun Deso adalah paguyuban yang beranggotakan warga Peniron. Paguyuban ini didirikan pada bulan Juli tahun 2007 setelah Pilkades. Berdirinya paguyuban ini memang tidak bisa dilepaskan dari pendukung salah satu calon Kepala Desa terpilih yang akhirnya sepakat menjaga kebersamaan pada saat Pilkades menjadi sebuah perkumpulan yang lebih terarah. Maka dipilihlah sebuah bentuk organasasi yang dinamai Paguyuban Mbangun Deso.

Meskipun didirikan oleh bekas pendukung salah satu calon Kades dan pada awalnya kental bernuansa politis, tetapi paguyuban Mbangun Deso bukanlah perkumpulan yang ekslusif dan tujuannya justru agar Peniron bisa bersatu tanpa ada sekat akibat masalah politik.
Paguyuban Mbangun Deso bersifat terbuka bagi seluruh masyarakat khususnya desa Peniron yang mempunyai kepedulian untuk kamajuan desanya. Harapannya adalah, dipunyainya rasa cinta, sosial dan peduli terhadap desa.

Tujuan dibentuknya paguyuban antara lain:
  1. Sebagai media silaturahmi dan komunikasi antar masyarakat sehingga pada akhirnya paguyuban dapat menjadi salah satu alat pemersatu masyarakat desa.
  2. Sebagai sarana penyampaian aspirasi sekaligus perencanaan program pemerintah desa, sekaligus sarana bagi masyarakat khususnya anggota untuk berlatih berorganisasi dan menguatkan kepedulian terhadap desanya.
  3. Sebagai pengawal sekaligus alat kontrol di luar lembaga desa bagi program-program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah desa.

Anggota aktif paguyuban saat ini berjumlah 85 orang yang berasal dari 8 dusun di Peniron. Kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah melakukan pertemuan rutin disertai arisan yang dilaksanakan sebulan sekali. Tempat pertemuan diundi setiap bulan dan dilakukan bergilir dari dusun ke dusun.
Pada setiap pertemuan, disamping arisan dan penggalian gagasan dari masing-masing dusun juga diadakan dialog dengan lembaga-lembaga desa, utamanya Pemerintah Desa.
Dalam setiap pertemuan, Kepala Desa yang selalu hadir juga menyampaikan progress dari program-program yang tengah dijalankan maupun kesulitan-kesulitannya. Dengan sessi ini, anggota paguyuban bebas memberikan tanggapan, usulan maupun kritik sehingga diharapkan program yang sedang dijalankan bisa sesuai tujuannya.

Paguyuban juga telah membentuk koperasi yang dinamai sama dengan paguyuban yaitu “Koperasi Mbangun Deso” dan saat ini masih dalam proses untuk mendapatkan status berbadan hukum di Departemen Koperasi. Tetapi sampai saat ini, perjalanan koperasi memang belum berjalan sesuai harapan karena terkendala dengan kesibukan pengurusnya. Memang ada beberapa kegiatan yang sudah berjalan diantaanya adalah penyediaan sarana produksi pertanian berupa pupuk. Kedepan, mudah-mudahan koperasi bisa mewujudkan tujuannya yaitu menyejahterakan anggotanya melalui usaha-usaha yang sudah diprogramkan.

Bagi Anda, mungkin mempunyai saran dan kritik demi tercapainya tujuan paguyuban ini? Atau bahkan bisa membantu karena Anda mempunyai pengalaman yang dapat ditularkan kepada kami? Kami tunggu dengan senang hati….

10 Juli 2008

KERUSAKAN LINGKUNGAN KARENA GALIAN “KUWEH” SUDAH SANGAT MENGKUATIRKAN

Kebumen terkenal sebagai daerah sentra genteng. Bahkan sebagai ciri khasnya, bangunan atap komplek Setda pun didesain menyerupai ”tobong” tempat pembakaran genteng. Sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu, Peniron merupakan pemasok bahan baku utama yaitu tanah, yang lazim disebut ”kuweh”. Puluhan kubik tanah diangkut setiap harinya dengan truk dan dijual kepada pabrik genteng di Kedawung, Sruweng dan sekitarnya. Setelah puluhan tahun, kini penggalian sudah mencapai hampir 400 meter dari jalan raya dengan luas lebih dari 250.000 m2.

Bukan rahasia lagi kalau galian golongan C hanya semata-mata mencari profit, tetapi amat merusak lingkungan. Jika tak percaya, silahkan Anda lihat langsung di lokasi galian di area sawah Kebokuning Peniron. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktifitas galian liar itu sudah sangat amat parah!

Penyebab dari rusaknya lingkungan lebih disebabkan cara penggalian yang ngawur, seperti kedalaman galian yang tidak sama serta tidak mempertimbangkan kepentingan pembuangan air sawah. Sudah begitu cara pengambilannya tidak diikuti reklamasi yang baik pada saat selesai digali. Jadilah sawah yang dulunya subur menjadi sawah tadah hujan dengan sekali panen setiap tahun karena sebagian menjadi kolam air serta sebagian lagi menjadi bukit kecil. Rusak parah, kata yang tepat untuk menggambarkan kondisinya.

Sudah begitu, harga yang dipatok juragan kuweh (istilah untuk pihak yang menggali tanah dan menjualnya ke pabrik genteng) juga sangat murah. Bayangkan, untuk setiap 28 m3 tanah yang bisa untuk membuat ribuan genteng hanya dihargai 125 ribu rupiah! Disamping itu, kedalaman galian yang sesuai perjanjian 2 meter dalam prakteknya bahkan mencapai lebih dari 3 meter. Bahkan 1 ubin sawah yang digunakan untuk jalan masuk truk pengangkut tanah hanya dibayar 125 ribu pertahun!

Penggalian yang sudah berlangsung hampir sepuluh tahun ini memang tak terkendali. Hubungan simbiosis mutualisme yang terjadi pada awalnya, pada akhirnya hanya menjadikan juragan kuweh kaya raya, tetapi menyisakan kerugian yang luar biasa pada alam dan tentu pada petani sendiri.
Sekarang H. Ngarsis sang juragan, bahkan telah menjadi raja tanah di Peniron dan dengan caranya telah menguasai tambang tanah dengan monopolinya.

Entah pihak mana yang harus disalahkan dan harus bertanggung jawab dalam hal ini. Juragan gentengkah, penggalikah, penjualkah, atau pemerintahkah? Atau mereka sebenarnya bersalah semua?

Berdasarkan penelusuran, semua pihak ternyata punya andil dalam membuat kerusakan. Juragan yang rakus dan licik dalam memanfaatkan ”ketidakberdayaan ekonomi” petani, petani yang karena ketidakberdayaannya tak tahan dengan iming2 uang, serta oknum pemerintah desa yang saya yakin sejak lama sudah membuat kongkalingkong dengan juragan.

Sekarang, ketika kondisinya sudah begitu parah, memang menjadi pekerjaan yang berat untuk mengatasinya. Sebagian dari sawah-sawah yang belum digali ternyata sudah dijual oleh pemiliknya untuk digali dan pekerja galian adalah masyarakat juga. Memang menjadi sangat dilematis dan memerlukan keberanian ekstra ketika kita harus menegakkan aturan tetapi berbenturan dengan hak masyarakat dan hajat hidupnya.

Tetapi pada akhirnya, semua terjadi karena memang belum ada aturan berbentuk Peraturan Desa yang mengatur penambangan galian tanah. Kalaupun konon dulu pernah dibuat Perdes oleh BPD sebelumnya, kenyataannya tidak diimplementasikan dilapangan karena penggalian tanah tetap berlangsung liar dari dulu. keberadaan Perdes itu mungkin hanya menjadi arsip BPD lama.

Biarpun terlambat, sebuah kerugian besar jika masalah ini tidak segera kita cari solusinya.

07 Juli 2008

PENGOBATAN MASSAL IMM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Bertempat di balai desa Peniron, hari Senin ini dilakukan pengobatan massal gratis. Rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat DIII Keperawatan Stikes Muhammadiyah Gombong bekerja dengan RSU PKU Muhammadiyah Gombong ini dilakukan selama 2 hari sejak Minggu dan didahului kemarin sore berupa Penyuluhan Kesehatan yang diikuti masyarakat, utamanya ibu-ibu anggota PKK.

Menurut Ketua Panitia, Immawan Akhmad Soim, acara penyuluhan dan pengobatan massal gratis ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang sehat serta menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
Dengan dimulai dari keluarga serta pengetahuan dan kesadaran yang cukup dari ibunya, maka diharapkan akan tercipta masyarakat yang sehat.

Sekitar 50 orang Panitia sejak Minggu sudah berada di Peniron dan malamnya menginap di bale desa dan sebagian di rumah Bpk Darman (Mba Yanti di dekat MI). (bagi bujang-bujang kampung, lumayan bisa cuci mata lho.. mbak-mbaknya cantik-cantik!) Target peserta adalah 300 orang sesuai dengan kupon yang dibagi, tetapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah karena panitia juga menerima peserta/masyarakat yang tidak mendapat kupon.

Yang sangat disayangkan, kami menangkap ada koordinasi dari Pemerintah Desa yang kami lihat masih sangat kurang sebagai tuan rumah terhadap tamunya. Apalagi terhadap tamu bertujuan sosial seperti ini. Misalnya, sosialisasi kegiatan ini kepada masyarakat sehingga pada acara penyuluhan tidak dihadiri banyak ibu sesuai target. Demikian pula dengan kupon pengobatan yang distribusinya diserahkan perangkat desa, ternyata sampai hari Minggu masih banyak yang belum dibagi. Hal ini tentu amat disayangkan dan mengecewakan kita.

Toh begitu, sosialisasi dari mulut ke mulut membuat pengobatan gratis dibanjiri masyarakat . Tercatat lebih dari 400 orang memanfaatkan pengobatan gratis yang dalam hal sarana dan pelayanannya memang tak kalah dengan di RSU. Bahkan saking banyaknya, Panitia akhirnya membatasi pendaftaran sampai jam 12 siang dari rencana semula jam 1. Kebetulan juga, hari Senin adalah hari pasaran Peniron sehingga masyarakat memanfaatkan pengobatan gratis sekalian berbelanja ke pasar.

Akhirnya, kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada STIKES dan PKU Muhammadiyah Gombong utamanya kepada Mas Soim dan “pasukannya” yang tanpa lelah bekerja demi suksesnya acara dan demi menyehatkan masyarakat.
Juga kepada Mba Yanti (anake Pak Darman, bekas pacar saya--hehe) selaku “tuan rumah” bagi teman-temannya sesama Panitia dan telah menuntun mereka untuk berdarma bhakti di Peniron.

Juga permintaan maaf jika banyak kekurangan kami sebagai tuan rumah. Semoga tidak kapok dan akan ada lagi kegiatan sejenis maupun kegiatan lain di sini.

03 Juli 2008

DESAKU "MLEBU" INTERNET

Tulisan khas dari: Muhsinun di Jepang dengan sedikiiiit editing oleh Admin

Hari ini dan sekarang juga, cobalah anda masukan kata PENIRON atau DESA PENIRON ke dalam kotak ajaibnya mbah gugel. Pejamkan mata lalu hentakkan kaki kanan anda ke bumi sebanyak tiga kali maka dalam sekejap mata akan tampil berbagai macam informasi tentang desa terpencil di bawah kaki gunung Brujul (www.penironku.co.cc). ruar biasa bukan? he.he..

Keadaannya tentu akan lain apabila anda melakukannya 2-3 tahun yang lalu, karena kita akan kesulitan untuk memperoleh informasi ini. Kalaupun ada itu hanyalah sekilas inpo dari potongan berita-berita yang ada di media online.

Dan yang lebih membanggakan lagi, untuk desa Peniron dan desa-desa sekitarnya kini juga telah memiliki "kontrakan" di jagat maya ini. (www.komunitas-benkek.co.cc)

Walaupun statusnya masih numpang yang berarti sewaktu-waktu bisa di "usir" oleh pemiliknya, namun bagaimanapun ini merupakan sebuah prestasi yang patut di banggakan. pokoke sip golesipp..


Dengan adanya "kontrakan" ini maka banyak informasi tentang kampung kita yang bisa kita dapatkan dengan secepat mungkin. Ini tentu sangat berarti bagi kita terutama yang berada di rantau yang setiap saat merindukan kehangatan kampung halaman yang tak bisa kita dapatkan dari tempat lain.

Dan dari sini juga bisa menemukan kembali "anak-anak hilang" (minjem basane pak suhar) yang terpisah jarak dan waktu di seluruh belahan dada eh, dunia maksude..

Di samping itu "kontrakan" ini juga merupakan langkah maju warga Peniron dan sekitarnya untuk menyongsong masa depan yang serba online jarene jaman siki nek ora online ora gawul he.he..

Sekali lagi ini sebuah prestasi yang patut kita apresiasi, kita dukung dan kita jaga bersama agar "kontrakan" ini terus bisa kita tempati dan tetap "hidup". Karena bagaimanapun memelihara sebuah website utawa blog seperti ini membutuhkan ketekunan, kesabaran, kemampuan, biaya, waktu dan sebagainya yang tentunya akan terlalu berat apabila hanya di tanggung oleh satu dua orang, dan karena ini merupakan milik kita bersama.

Dan kita juga harus yakin suatu saat nanti kita akan punya "rumah" sendiri yang lebih layak sehingga desa kita benar-benar "mlebu" internet. tulin iya mbok?

02 Juli 2008

HARTA KARUN DI PERUT LUK ULO

Luk Ulo adalah sungai terbesar di Kebumen. Selain ”membelah” Kebumen menjadi dua wilayah dengan kultur sedikit berbeda, Luk Ulo juga menjadi tambang penghidupan bagi sebagian warga sekitarnya sebagai penambang pasir, batu hias, tukang perahu dll.

Hasil di atas bagi kita sudah biasa, yang luar biasa adalah ternyata di perut Luk Ulo juga menyimpan harta karun yang tak diketahui banyak orang.

Penemuan harta karun tersebut berawal pada tahun 2005.
Konon, ada seorang tua dari Kasepuhan yang berencana membangun masjid dan pondok pesantren di daerah segitiga emas Majalengka. Pembangunan masjid dan pondok tersebut adalah untuk pendalaman dan penguatan agama Islam yang benar-benar sesuai dengan syari’at Islam. Untuk membangunnya, beliau tidak mau menerima sumbangan dari siapapun tetapi dengan swadaya murni dari anggota-anggota kelompoknya.

Dari ”penginderaan jarak jauh -sang Eyang-” maka diketahui ada banyak harta karun di dasar Luk Ulo yang bisa gali untuk membangun masjid tersebut. Maka, dimulailah proses pencarian harta karun dengan cara bermujahadah di lokasi yang ditengarai terdapat harta karun itu.

Kelompok pemburu harta karun adalah anak buah dari si Eyang (demikian mereka menyebut beliau) yang berasal dari berbagai daerah seperti Purworejo, Yogyakarta, Purwodari, Jakarta bahkan dari Madura. Dalam penggalian yang memakan waktu lama, mereka yang menginap mendirikan rumah tenda di lokasi.

Setelah dilakukan penggalian, memang benar terdapat banyak kayu didalamnya, dan ternyata itulah harta karun yang dimaksud. Diperkirakan, umur kayu itu sudah ratusan tahun terpendam.

Walaupun hanya berupa kayu, proses penggalian dan pengambilan tidak semudah yang kita bayangkan. Diperlukan kerja keras karena kayu yang diperkirakan sudah terpendam itu sudah sangat keras. Disamping itu, pengambilan selalu disertai dengan mujahadah demi keselamatannya.

Penggalian pertama sedalam 3 meter pada tahun 2005 hanya mampu diangkat 1 pohon dengan volume setelah digergaji sekitar 7 M3. Pada penggalian kedua pada bulan Mei tahun 2008, diangkat sekitar 25 pohon dengan volume sekitar 13 M3. Diameter rata-rata sekitar 60 cm. Saat ini, sudah 3 truk kayu yang diangkut ke Majalengka.

CERITA MISTIS DIBALIK PENGAMBILAN KAYU

Banyak cerita mistis yang muncul dari proses pengambilan kayu-kayu tersebut. Percaya dan tidak adalah hak Anda, tetapi itulah yang terjadi dengan sebenar-benarnya dan sudah banyak yang membuktikan.

Sebelum penggalian, dilakukan beberapa kali mujahadah yang diikuti murid-murid si Eyang dan juga sebagian masyarakat Peniron. Ketika muncul kayu yang pertama, ada yang memotong ranting dan dibawa pulang. Setelah itu, si pembawa tadi langsung jatuh sakit dan bermimpi aneh, dan setelah ranting itu dikembalikan, anak itu langsung sembuh.

Selain mujahadah, setiap pemotongan dan penggalian juga selalu disertai doa-doa khusus. Jika tidak, maka akan terjadi kesulitan seperti mesin potong rusak, kayu susah diangkat dan lain-lain.

Disamping itu, banyak yang bermimpi didatangi makhluk aneh semacam gendruwo atau jin yang konon sebagai penunggu kayu-kayu tersebut.
Yang lebih aneh tapi benar-benar nyata, ditemukan sebilah keris dari kayu yang habis digali tersebut.

Itu sebagian cerita dibalik pengambilan harta karun tersebut. Adalah hak anda untuk tidak mempercayainya, atau lebih baiknya bertanya langsung pada sumber yang terlibat langsung.

Lepas dari itu, penemuan kayu-kayu yang bernilai ratusan juta tersebut adalah fenomena tersendiri di bumi Peniron. Perut Luk Ulo ternyata menyimpan harta tak terduga.

Memang aneh, kenapa dari dulu tidak ada yang mengetahui kalau di bantaran kali itu banyak timbunan kayu-kayu?

Apakah kayu-kayu itu kayu biasa yang terpendam karena proses alamiah? Berapa tahunkah proses itu? ataukah memang hanya bisa diteropong melalui cara metafisika?

Maka, jika dihubungkan dengan dekatnya wilayah Peniron dari Museum Geologi Karangsambung, mungkin penemuan kayu-kayu yang sudah seperti fosil ini pantas diteliti secara ilmiah. Dan masyarakat juga mendapatkan ilmu baru tentang logika dan geologi.

Narasumber : Triyono Adi, Kepala Desa Peniron.