30 Mei 2008

BIJI PETAI, si bau yang bikin pintar

Petai (parcia speciosa) atau pete dalam bahasa Peniron adalah salah satu makanan favorit sebagian wong lor, Peniron dan sekitarnya. Entah untuk daerah Kebumen yang lain tetapi di tempat mertua saya, Bojong, Panjer Kebumen, biji pete hanya dijadikan sebagai penyedap sayur saja, tidak untuk lalap seperti di Peniron. Di negara-negara Barat, konon biji petai dijuluki sebagai the most horrible food in the world (makanan paling mengerikan di dunia) karena baunya yang sangat menyengat.

Biji petai, meski menghasilkan bau tidak sedap, sangat disukai oleh sebagian orang karena dapat meningkatkan selera makan. Petai dapat dimakan mentah, sebagai lalap, direbus, digoreng atau dibakar.

Dan tahukah Anda, dibalik baunya yang ”aduhai” petai ternyata memiliki kandungan gizi yang hebat. Dibandingkan dengan apel, buah yang oleh wong Peniron dianggap lebih ”kota”, petai memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat 2 kali lebih banyak, fosfor 3 kali lebih banyak, vitamin A dan zat besi 4 kali lebih banyak dan 2 kali lipat dari jumlah vitamin dan mineral lainnya. Jadi, jangan anggap ndeso biji petai Bung!

Selain mengandung antioksidan yang bisa menangkal macam-macam penyakit, petai dapat meningkatkan kemampuan belajar anak dan menghilangkan depresi.

Biji Petai Kaya Protein

Penyebab bau pada petai adalah asam amino yang dikandung biji petai. Asam amino itu didominasi oleh asam amio yang mengandung unsur sulfur (S), dan ketika terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen rasa yang sangat menyengat. Salah satu gas yang terbentuk dari unsur itu adalah gas H2S hidrogen sulfida) yang terkenal sebagai gas yang sangat bau.

Petai juga merupakan sumber energi yang sangat baik, yaitu 142 kilo kalori (kkal) per 100 gr biji. Petai juga mengandung 3 gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi bersinergi menjadi dorongan tenaga instan tetapi cukup lama dan cukup banyak efeknya. Oleh karena itu, banyak olahragawan yang mengkonsumsi petai karena percaya mampu meningkatkan stamina. Riset membuktikan, dua porsi petai mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktifitas berat selama 90 menit!

Kandungan fosfor pada biji petai juga cukup baik yaitu 1,15 mg per gr biji.

Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor.

Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi yaitu 46 mg per 100 gr biji. Penjagaan agar fungsi tubuh tetap mantap banyak dipengaruhi oleh kandungan vitamin C dalam tubuh. Perannya dalam proses penyembuhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Kandungan vitamin A pada petai juga cukup baik yaitu 200 IU per 100 g. Vitamin A berperan menjaga kornea mata agar tetap sehat.

Biji Petai Hilangkan Stress

Menurut survey yang pernah dilakukan diantara penderita stress, banyak orang merasa lebih baik setelah makan petai. Hal ini terjadi karena petai mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relaks, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

Jika mengalami stress saat ”tamu” datang, anda bahkan tak perlu minum pil tertentu. Cukup atasi dengan makan petai. Vitamin B6 yang terkandung didalamnya akan mengatur kadar gula darah yang dapat mengatur mood.

Menurut riset dalam The New England Journal of Medicine, makan petai sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian akibat stroke sampai 40 persen. Jadi anggapan selama ini bahwa makan petai akan membuat kita hipertensi adalah anggapan yang salah.
Buah petai juga dapat meningkatkan kemampuan otak. Sebuah studi yang dilakukan terhadap 200 siswa di Twickenham (Middlesex) menyatakan bahwa siswa itu mengalami peningkatan kemampuan belajar setelah memakan petai pada saat sarapan, istirahat dan makan siang.

Petai juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung. Petai memiliki efek antasid pada tubuh sehingga bila dada Anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan petai untuk mengurangi resiko sakitnya. Karena kandungan energinya yang tinggi, petai dianjurkan dimakan antara dua waktu makan untuk mempertahankan kadar gula darah dan menghindari muntah.

Cara Menghilangkan Bau Petai

Selama ini, sebagian orang menghindari makan petai karena risih akan baunya dan mengganggu dalam pergaulan kita. Tetapi dengan banyaknya kandungan petai yang sangat luar biasa, mungkin Anda menjadi tertarik untuk mengkonsumsi tanpa takut berbincang dengan orang karena mulut yang bau petai.

Ada cara untuk menetralisir/menghindarkan bau petai. Meskipun belum terbukti secara ilmiah, yaitu
  1. Setelah selesai makan, kunyahlah nasi putih tanpa lauk sebanyak 2 kali masing-masing sekitar 25 kunyah.
  2. Kunyahlah buah mentimun setelah makan biji petai atau
  3. Kunyahlah bubuk kopi (boleh tambah gula) setelah makan petai beberapa menit, kemudian kumur dengan air dingin.
  4. Jangan lupa saran dokter, sikat gigi setiap habis makan.
Selamat mencoba...

27 Mei 2008

BLT, UNTUK SIAPA?

Amin Tohari (45 tahun) tetangga saya baru saja pulang dari sawah. Baju lusuh dan peluh yang masih menempel ditubuh kekarnya menandakan dia memang seorang pekerja keras. Toh begitu, wajahnya tak dapat mampu menyembunyikan kegundahannya. Dengan 2 orang anak yang salah satunya sudah di SMP, dia amat gundah dengan situasi yang dihadapinya saat ini. Berbekal sepetak sawah yang dia jadikan lahan untuk tumpuan hidup, yang hanya bisa untuk bisa bertahan hidup, betapa kenaikan BBM menjadi pukulan yang amat telak buat kehidupannya.

Bagaimana dia bisa bertahan jika sebelum BBM naik saja dia sudah gali lubang tutup lubang untuk makan dan menyekolahkan anaknya? Padahal, tentu kenaikan harga BBM akan dikuti pula kenaikan harga-harga kebutuhan hidupnya yang selama ini saja sudah begitu sulit dia jangkau?

Satu hal lagi yang membuat dia sakit hati, kondisi kehidupannya yang sangat berat tidak lantas menjadikan dia terdaftar sebagai calon penerima BLT, baik tahun lalu dan mungkin diteruskan sekarang. Protes kepada perangkat desa bersama rekan yang senasib dirinya sudah berkali-kali dia layangkan, toh perangkat desa ternyata pun hanya merespon dan tak bisa mewujudkan harapannya agar bisa dicatat sebagai rakyat miskin.
Demikianlah dia berkeluh ketika mampir di teras rumah saya. Dia tak langsung pulang dan lebih memilih menuangkan waktu untuk membagi keluhannya. Memang berat beban yang dia sandang, apalagi ketika pemerintah lagi-lagi menambah kesulitan hidupnya dengan menaikkan harga BBM.
Ah..seandainya pemimpin kita bisa merasakannya..

Lain lagi dengan tetangga saya Natareja (46 tahun). Jika dibandingkan dengan Amin Tohari, kehidupannya jelas jauh lebih baik untuk ukuran desa Peniron. Dengan sawah yang luas dia bisa hidup dengan rumah yang baik bentuk maupun isinya jauh lebih baik dari Amin. Tetapi entah parameter apa yang dipakai pemerintah dalam untuk menentuka kategori ”miskin” sehingga dari dulu tercatat sebagai penerima BLT.
Ketika saya temui, toh tetap saja memgeluh. Bahkan secara jujur dia mengharapkan tak ingin mendapat BLT lagi. Dia yang orang ndeso, petani tulen dan tidak tamat SD dengan tegas mengatakan, BLT tidak menjadikan orang kaya. Justru program pemerintah termasuk menaikkan BBMlah yang membuat banyak rakyat menjadi miskin karena apa-apa jadi mahal. HEBAT!
Orang kecil saja tahu, kenapa orang gede tidak?

Itulah realita yang saya dapatkan, yang saya yakin tidak didapat oleh SBY – JK beserta pembantu-pembantunya. Kalaupun dia mendapat jawaban dari rakyat yang dia temui, saya yakin mereka tidak mendapatkan jawaban yang jujur. Kalaupun dia mendapat laporan dari pembantunya, saya yakin laporan itu hanya ABS semata.

BLT ANTARA PRO DAN KONTRA

Peluncuran program BLT yang menurut Andi Mallarangeng didasari niatan untuk merubah budaya dari subsidi barang ke orang memang menimbulkan banyak ekses. Maka, pendapat pro dan kontrapun muncul. Tetapi pada setiap kesempatan, saya lebih sering mendapatkan tanggapan kontra bahkan sinis tentang program ini.

Jika alasan pemerintah ingin merubah budaya subsidi, maka dengan program BLT pemerintah juga membuat budaya-budaya baru yaitu BUDAYA MALAS, BUDAYA CENGENG dan bahkan BUDAYA PENGEMIS. Bukankan itu sangat kontraproduktif dengan semangat yang dislogankan SBY pada pesta Kebangkitan Indonesia beberapa waktu di Seyanan dengan INDONESIA BISA-nya?

Bagaimana rakyat bisa memahami kalau Indonesia berada dalam krisis ketika masih ada duit yang dibagi-bagi?
Kalau seperti itu, bukankah negara masih punya duit dan tidak perlu menaikkan harga BBM yang berimbas pada naiknya inflasi?

Lantas logika apa yang digunakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dan kemudian membagi-bagi duit? Logika politikkah? Atau ingin mempertahankan citra diri ditengah cibiran kegagalan yang ditujukan kepadanya?

Lantas kemana suara wakil rakyat dan partai-partai yang selama kampanye berjanji akan membela kepentingan rakyat? Atau mungkin memang benar bahwa mereka cuma pandai bersilat lidah dan bermain logika. Ataukah mereka takut kelihatan bodonya karena sebenarnya kenaikan BBM adalah hasil persetujuan DPR saat penetapan APBN?

BLT DI PENIRON

Pembagian BLT di Peniron, sama dengan desa-desa lain. Kisruh, semrawut dan asal jalan. Akibatnya, disamping banyak yang tidak tepat sasaran, program ini tidak memberi efek positif bagi masyarakat, bahkan lebih banyak mencatat efek negatif. Tetapi itu bisa dimaklumi karena sepertinya program BLT memang program yang asal jalan.

Dampak negatif dan masalah sosial adanya BLT :
  1. Renggang dan menipisnya budaya/sikap toleransi masyarakat desa, baik antar masyarakat maupun dengan pihak pemerintah desa. Hal ini disebabkan tidak jelasnya kriteria dalam memiskinkan masyarakat sehingga menimbulkan kecemburuan dan ketidakpuasan beberapa pihak.
  2. Tumbuhnya sikap apatis dan menipisnya budaya gotong royong. Carut marutnya BLT disikapi emosional oleh masyarakat dengan sikap apatis dan melunturkan budaya yang amat berharga yaitu enggannya masyarakat untuk melakukan budaya gotong royong. Karena ada anggapan bahwa telah terjadi pilih kasih dalam sensus kemiskinan, maka mereka memprotesnya dengan tidak mau dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pemerintah.
  3. Hilangnya sikap hormat masyarakat desa kepada pemimpin, utamanya perangkat desa. Fenomena Ini tentu sangat berbahaya karena hilangya kewibawaan pemerintah akan sangat mempengaruhi kelancaran program pemerintah.
  4. Renggangnya rasa kekeluargaan sebagai ciri khas masyarakat pedesaan.
USULAN SEBAGAI PENGGANTI BLT

Duit yang dibagi-bagi, bagi para pejabat memang sangat kecil jumlahnya. Tetapi bagi masyarakat desa, uang begitu berharganya. Di Peniron, jika masih menggunakan data lama maka calon penerima sekitar 680 orang. Jika dikalikan Rp. 100.000,- per-bulan maka ada 68.000.000,- yang masuk ke Peniron. Jika BLT dibagikan setiap 3 bulan, maka setiap triwulan akan masuk dana 204.000.000,-, jika dalam satu tahun berarti Rp. 816.000.000,-

Peniron, yang masih membutuhkan infrastruktur peningkatan ekonomi, uang sebesar itu akan sangat berarti jika dialokasikan untuk peningkatan ekonomi baik sarana maupun SDM.

Ilustrasi dan mimpi:
  • Jika dana BLT dibelanjakan ternak sapi, maka dalam 3 bulan bisa didapat 40an ekor sapi @ 5 jutaan dan dalam 1 tahun akan ada 160 ekor sapi. Dengan adanya sapi, maka akan mudah dibentuk kelompok ternak dan dengan adanya kelompok ternak akan mudah dilakukan penyuluhan mengenai agrobisnis, pengelolaan lingkungan dan cara beternak yang baik. Dengan kelompok ternak serta peningkatan SDM karena intensnya penyuluhan, maka akan mudah membentuk koperasi. Jika ada koperasi maju, bukankah tidak hanya usaha ternak aygn dikembangkan, tetapi juga usaha pendukung lainnya seperti usaha pakan, usaha jual beli sapi, usaha jagal, usaha kompos dan lain-lain?
    Jika dikelola dengan baik, silahkan hitung keuntungan multiplier dari model seperti ini.
  • Jikalau duit BLT tidak semata-mata dibagi-bagi, tetapi diberikan dengan model Padat Karya seperti jaman Orde Baru, maka masyarakat dengan kriteria miskin bisa bekerja untuk mendapatkan uang. Dengan bekerja sebenarnya mereka tetap memegang filosofi nenek moyangnya yaitu ”pangan ora temumpang lambe, tapi pangan temumpang gawe”. Dengan itu, maka akan rakyat akan terjaga dari rasa malas dan cengeng ditengah kesulitan hidup yang diciptakan pemerintahnya.

Di samping itu, bukankah kerja dari masyarakat miskin dengan bentuk padat karya akan menciptakan infrastruktur untuk menunjang aktifitas ekonomi yang tidak hanya bisa dinikmati oleh mereka yang miskin? Dan dengan itu, akan terjaga perilaku ”melu handarbeni” terhadap sarana umum itu itu bersama-sama.

Minimal, jika pemerintah desa boleh diberi keleluasaan dalam mengelola dana itu, tentu akan lebih tepat pada sasarannya. ...tapi jangan-jangan jadi lahan korupsi baru?..

Ataukah lebih baik dana itu bisa dibebaskan untuk dikelola oleh masyarakat untuk apa saja? Itu sekilas sebagai gambaran, kenapa pemerintah tidak mengalihkan saja model BLT ini dengan program yang jelas-jelas lebih memberdayakan masyarakat.

Sekarang jika jelas-jelas BLT bukan program yang pro rakyat, dan justru hanya menciptakan kebodohan dan kemiskinan yang merupakan faktor terpuruknya bangsa ini, kenapa tidak kita tolak? Lantas kapan kita bisa ternetas dari krisis jika kita justru semakin dimiskinkan dan dibodohi?

Maka kita tunggu sikap pemerintah desa Peniron untuk merespon BLT ini? Beranikah mereka menolaknya atau mengalihkan untuk kegiatan yang lebih memberdayakan? Atau minimal mengkampanyekan pemahaman ke masyarakat, bahwa BLT tidak akan membuat kaya dan tidak menolong mereka dari kesulitan karena TIDAK MAMPUnya Menteri Perdagangan dalam menurunkan harga-harga.. (berdasarkan pengakuannya di iklan tv lho)

Ah..saya pesimis karena Bupati bahkan Gubernur saja tidak berani menolaknya...

26 Mei 2008

PEMBANGUNAN PENIRON, Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Berbasis Swadaya Masyarakat

Peniron, desa kita ini sedang melakukan berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur di berbagai dusun. Antusiasme warga sangat kental, terbukti dengan semangat swadaya menyambut dana-dana stimulant yang dikucurkan pemerintah.

Oleh : Sumedi Sastrawardaya, A.Md.Kom


Peniron, desa seluas 951 Hektar. Terbagi atas 8 Kadus (Kepala Dusun), 12 RW dan 45 RT merupakan desa terluas yang ada di wilayah Kecamatan Pejagoan. Kondisi alam pegunungan dan sulitnya daerah-daerah pinggiran untuk dijangkau oleh kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 menjadi kendala dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan sebagian wilayah dusun ada yang belum dapat dijangkau dengan kendaraan roda 4 sehingga akses masyarakat ke pusat pemerintah desa, kecamatan ataupun kabupaten menjadi terhambat.

Demikian pentingnya infrastruktur fisik, maka Pemerintah Desa dibantu dengan lembaga-lembaga desa yang ada sampai dengan saat ini masih berkonsentrasi membuka jalan ke dusun-dusun terisolir. Setelah infrastruktur khususnya jalan dan jembatan dibangun masyarakat akan lebih mudah untuk melakukan akses ke pusat-pusat perekonomian. Diharapkan setelah adanya perbaikan sarana dan prasarana tersebut peningkatan pendapatan akan dicapai sehingga kesejahteraan masyarakat juga terangkat.

Semangat kebersamaan dalam wujud gotong – royong menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan di Peniron. Terbukti sudah, ketika masyarakat bergandengan tangan dengan pemerintah desa dan lembaga, Peniron tahun ini mendapatkan beberapa sumber pendanaan pembangunan fisik, baik dari anggaran rutin pemerintah daerah maupun dana-dana stimulant dari Bank Dunia.

Kami ucapkan selamat kepada beberapa kadus yang tahun ini mendapatkan prioritas pembangunan fisik diantaranya adalah :

1. PENGASPALAN JALAN CURUG – SILAMPENG :
Bantuan aspal Pemkab akan direalisasikan dalam waktu dekat, 20 drum aspal diperkirakan akan mencukupi untuk pengaspalan sampai dengan dukuh Silampeng. Penghargaan setinggi-tingginya disampaikan kepada masyarakat setempat yang telah bersedia untuk menyambut bantuan stimulant ini dengan melakukan swadaya material dan tenaga, walau bukan hal yang ringan namun semangat tak pernah surut dari warga setempat.

Selanjutnya untuk jalan menuju Dukuh Sibango belum dapat dilanjutkan karena belum ada macadam. Dalam tahun ini juga makadam Silampeng-Sibango akan dirintis, semoga tahun yang akan datang jalan aspal ini akan berlajut, sehingga transpotrasi dapat lancar dan untuk dapat mencapai Desa Pengaringan tidak repot lagi.

2. RABAT BETON CURUG – CINDE
Bantuan Pemkab berupa 100 zak PC (semen) akan digunakan untuk Rabat beton antara Curug bagian selatan menuju Cinde. Kondisi tanah merah yang sangat licin sangat menyulitkan transportasi masyarakat setempat utamanya pada musim penghujan. Sehingga jalan ini menjadi perhatian Pemerintah Desa Peniron. Berkat dukungan dari masyarakat dan upaya maksimal dari Kepala Desa didukung Lembaga Desa akhirnya tahun ini jalan tersebut mendapatkan alokasi bantuan berupa PC (semen). Terima kasih atas kesediaan swadaya bagi masyarakat setempat yang telah menyediakan kelengkapan material pendukung lainnya. Selamat menikmati….

3. PENGADAAN SARANA AIR BERSIH
Sumber dana dari anggaran PAMSIMAS, sebesar kurang lebih Rp. 275 juta ini akan di realisasikan tahun ini juga di 3 kadus di Peniron:
  • KADUS BAK : Lokasi di Mata Air Curug dengan debit 1.5 liter/ detik, mempunyai daya tahan pada musim kemarau sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga setempat yang selama ini selalu saja kesulitan air pada musim kemarau. Mata air ini diperkirakan dapat mencukupi sekitar 50 kepala rumah tangga.
  • KADUS KRAJAN : Lokasi di Mata Air Kalipancur dengan debit 1.5 liter/ detik, mempunyai daya tahan pada musim kemarau sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga setempat yang selama ini mengambil air ke sungai Lukulo pada musim kemarau dengan jarak 1.5 km. Mata air ini akan didistribusikan ke 70 kepala rumah tangga di wilayah setempat.
  • KADUS PERKUTUKAN :Lokasi di Mata Air Pranji dengan debit 2.5 liter/ detik, merupakan beji (sumber air yang tidak pernah kering. Red) akan didistribusikan kurang lebih sejauh 2 KM untuk mencukupi kebutuhan air bersih untuk 75 rumah tangga di Dukuh Perkutukan khususnya, dimana masyarakat penerima bantuan itu sebagian nerupakan Rumah Tangga Miskin (RTM) yang sangat kesulitan air bersih utamanya saat kemarau datang.

4. PEMBANGUNAN JEMBATAN DAN RABAT BETON BULUGANTUNG - KR. DUREN
Sebentar lagi, Karangduren sebuah dukuh terisolir di bagian barat laut dari pusat Pemerintahan Desa Peniron akan segera terbuka. Sebuah jembatan besar dengan bentangan panjang 8 meter dan lebar 4 meter akan berdiri megah dan menjadi sarana penghubung yang efektif baik menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2. Bukan saja itu, rabat beton berikut normalisasi jalan berupa pelebaran manjadi 4 meter, sepanjang 1000 m, juga sedang diperjuangkan untuk mendapatkan pendanaan dari PNPM PPK 2008 untuk wilayah Kecamatan Pejagoan yang dananya mencapai 2,75 Milyar. RAB sedang digodok dan hampir mencapai final.

Antusiasme warga setempat yang rata-rata bekerja sebagai petani sangat terasa. Terbukti dengan semangat kegotongroyongan, mereka mulai mengumpulkan sarana pendukung swadaya masyarakat sebesar 25% berupa material batu dan pasir. Dengan terbukanya daerah ini kurang lebih sekitar 250 KK akan dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

5. PEMBANGUNAN JALAN RABAT BETON KLAPASAWIT
Sekitar 75 KK dari Dusun Klapasawit akan mendapatkan fasilitas jalan dengan konstruksi rabat. Pembangunan jalan sepanjang + 850m ini akan dibiayai dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2008 yang merupakan Anggaran Rutin Pemkab Kebumen.

Masyarakat Klapasawit patut merasa lega karena jalan tanah yang ada sekarang ini sangat menyulitkan transportasi segera akan dibenahi dan arus perekonomian juga akan semakin lancar. Namun demikian semuanya tidak akan terwujud tanpa dukungan dari masyarakat setempat berupa swadaya baik tenaga maupun material utamanya adalah batu.

Peniron memang hanyalah sebuah desa, namun disana kita dilahirkan, bagaimanapun kita mesti menempatkannya sebagai sebuah kebanggan tersendiri sebagai tumpah darah yang patut kita perjuangkan demi kemajuannya. Kemajuan Peniron ada ditangan kita, bukan siapa-siapa. Peniron masih membutuhkan uluran dan kontribusi kita baik dalam segi apapun, bukan saja material namun pemikiran dan kepedulian juga sangat dibutuhkan.

Dengan semangat kebersamaan mari kita bangun Peniron yang lebih baik dari hari ini.

Indonesia Bisa!!! Kenapa Peniron tidak???

Salam…

24 Mei 2008

PENIRON-ONLINE.CO.CC FORUME DEWEK

Sedulur, minggu kemarin teman kita Ario_Takahara yang asli Watulawang dan sekarang ada di Malang sudah membantu kita dengan mengorbitkan webforum bertitel www.peniron-online.co.cc.

Web forum ini didedikasikan untuk kita sebagai sarana untuk memberi ruang yang lebih luas dan leluasa kepada kita untuk kenalan, ngobrol bebas, berbagi ilmu, tukar info, tukar link dan memberi kesempatan kepada kita untuk memberi kontribusi pemikiran konstruktif, khususnya ide untuk kemajuan kawasan Kebumen utara seperti Peniron, Watulawang, Pengaringan, Kebagoran, Karangreja, Kebakalan, Clapar, Gunungsari, Kajoran, Karanggayam dan sekitarnya.

Diawali dengan forum ini, diharapkan kedepan akan tumbuh solidaritas antar desa di kawasan ini dan pada saatnya akan tercipta kawasan damai dan kondusif demi mengejar ketertinggalan kawasan ini dari daerah lain di Kabupaten Kebumen.

Jikapun tujuan di atas terlalu muluk [dan sepertinya memang iya sih], minimal forum ini bisa dijadikan sarana komunikasi alternatif bagi sesama warga Kebumen yang tersebar dimanapun.

Mangga sedulur-sedulur, mampir nang gubug kiye ben gendu-gendu rasane dadi lewih gayeng. Nek jeneng forum kan ora patia penting mbok? Tapine nek mengko akeh usul kudu ganti ya ora masalah. Prinsipe, asal rika puas, aku ya marem. Kan kaya kue mbok?

Tapi aja kelalen, bloge rika ya aja kelalen diopeni.. Mengko nek aku mampir umahe rika suwung kepriwe.. He..he..

O iya..Matur nuwun Kang Aryo..

23 Mei 2008

SINYAL HP SUDAH BISA, SINYAL TV KAPAN YA?

Sebelum tahun 2006, Peniron menjadi daerah blankspot, baik untuk sinyal komunikasi selular maupun media tv. Memang tidak semua daerah mengalami kendala komunikasi itu. Untuk daerah Peniron yang berada sedikit lebih di atas, sinyal hp dan tv bisa mereka nikmati, tetapi untuk daerah lembah atau yang berada di bawah, sinyal hp dan tv merupakan barang langka. Saat itu, untuk dapat menggunakan hp kami harus naik ke tempat yang lebih tinggi atau ke tempat yang lapang untuk mendapatkan sinyal nyasar. Sedangkan untuk mendapatkan sinyal tv, kami harus memasang antena setinggi mungkin dan itupun belum tentu bisa. Bagi yang punya duit, memasang antena parabola jadi pilihan demi untuk dapat menonton tv. Bahkan dulu, demi menonton sepak bola yang bebas acak, terpaksa kami harus numpang nonton sampai desa Watulawang, yang karena berada di daerah yang lebih tinggi, sinyal tv dapat ditangkap dengan sangat baik.

Sebelum tahun 2006, sinyal telepon memang sudah dapat dinikmati dengan layanan telkom fleksi, itupun dengan kami harus memasang antena tinggi-tinggi atau menggunakan jasa wartel.
Sejak 3 tahunan yang lalu, mimpi untuk berkomunikasi dengan sinyal telepon seluler telah menjadi kenyataan. Minimal ada 3 operator layanan selular yang dapat dinikmati dengan baik karena adanya tower BTS dari ketiga operator di timur desa. Seperti bangun dari mimpi panjang, kini hp hampir dipunyai di setiap rumah, bahkan konon di SMPN2 Pejagoan lebih dari tiga perempat siswanya membawa hp ke sekolah.

Seiring maraknya penggunaan hp di Peniron, kini banyak bermunculan tempat penjualan hp, pulsa dan asesoris hp. Kami yang melakukan penelusuran pada minggu lalu, mencatat ada 7 konter seluler baik yang menjual hp dan asesoriesnya maupun hanya melayani pengisian pulsa. Di satu sisi, masuknya layanan dari operator selular memang sangat membantu masyarakat dalam kemudahan berkomunikasi, tetapi penggunaan hp yang begitu marak jika tidak dibarengi dengan pengetahuan yang memadai juga akan menciptakan efek negatif. Disamping munculnya pola hidup konsumtif, efek yang sangat merisaukan adalah rendahnya kontrol orang tua terhadap penggunaan hp oleh anak-anak untuk hal-hal yang menyimpang, misalnya pornografi.

Ketika sinyal hp sekarang sudah masuk desa, yang 4 tahun lalu dianggap tidak mungkin masuk Peniron yang dikelilingi gunung-gunung, lantas kapan sinyal tv akan gampang diakses di Peniron dan desa sekitarnya? Terutama desa-desa yang bukan di daerah tinggi?

Persoalan sinyal tv yang buruk memang menjadi problem di daerah utara Kebumen. Di desa-desa di Kecamatan Pejagoan sebelah utara, Kec. Karanggayam dan kec.Karangsambung, sinyal tv bisa dinikmati dengan mudah bagi mereka yang hidup didataran tinggi. Bagi yang hidup dibawah, untuk menikmati sinyal tv yang baik warga terpaksa harus memasang antena parabola.
Persoalan ini pernah ditangkap menjadi peluang usaha oleh warga Kaligending, salah satu desa di kecamatan Karangsambung di timur Peniron, dengan membuat stasiun relay sederhana dan dipancarkan ke desa-desa sekitar termasuk Peniron. Namun nampaknya besarnya biaya operasional menjadi kendala hingga akhirnya gulung tikar.

Tampaknya, untuk menikmati gambar tv yang baik masyarakat di daerah utara tetap bisa berharap. Tak ada sesuatu di dunia ini yang tidak mungkin, seperti halnya terwujudnya mimpi mendapatkan sinyal telpon seluler seperti sekarang. Semoga...

Ada yang punya pendapat?


Ana sing ngomong : “ngonoh lah, aku wis urip nang kota be..!”
Lurah Yono : “KURANG AJAR RIKA YA!”
Ana sing komentar maning :“salahe urip nang ndesa Lur!” Ha..ha..

19 Mei 2008

JENITRI TIDAK HANYA BIJI TITISAN DEWA


Kedua mata Prof I Nyoman Kabinawa terpejam. Ia duduk bersila mengenakan pakaian putih. Bibirnya merapalkan doa. '...Dhimahi dhiyo nah pracodayat.' Pada saat bersamaan, jari manis tangan kanannya memutar biji mala seukuran buah kersen hingga 108 kali. Telunjuk dan kelingking terlarang menyentuh mala yang tersusun dari biji buah jenitri.

Itulah ritual Prof I Nyoman Kabinawa dan penganut Hindu lain saat bermeditasi. Dalam ritual itu, jenitri elemen penting lantaran mempunyai nilai mitos tinggi. 'Sebelum digunakan untuk meditasi, jenitri mesti diberi mantra agar memiliki kekuatan,' kata Kabinawa, periset Pusat Penelitian Bioteknologi, LIPI. Dengan kekuatan itu, doa yang dipanjatkan pun sampai ke Sang Hyang Widi.

Rudraksha-sebutan jenitri di India adalah tanaman setinggi 25-30 m dengan batang tegak dan bulat berwarna cokelat. Sepanjang tepi daunnya bergerigi dan meruncing di bagian ujung. Dalam bahasa India, rudraksa berasal dari kata rudra berarti Dewa Siwa dan aksa berarti mata. Sehingga arti keseluruhan: mata Siwa. Sesuai namanya, orang Hindu meyakini rudraksa sebagai air mata Dewa yang menitik ke bumi. Tetesan air mata itu tumbuh menjadi pohon rudraksa.

Mata Siwa

Di Indonesia, biji titisan Dewa Siwa itu populer dengan nama ganitri, genitri, atau jenitri. Indonesia merupakan pengekspor dan produksen terbesar di dunia. Pohon jenitri atau bahasa latinnya Elaeocarpus ganitrus banyak ditanam di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor. Indonesia memasok 70% kebutuhan jenitri yang diekspor dalam bentuk butiran biji. Sebanyak 20% pasokan lainnya dari Nepal. Sedangkan India, negara paling banyak menggunakan rudaksa hanya memproduksi 5%.
Menurut Ir. Komari, peneliti dari Pusat Penelitian Institut Teknologi Bandung, biji-biji jenitri keras dan awet, bisa digunakan untuk 8 generasi. Kecuali ukuran, setiap biji memiliki jumlah lekukan atau mukhis berbeda. Jumlahnya bervariasi mulai dari 1 hingga 21 mukhis yang memiliki perbedaan arti. Semakin banyak mukhis harganya kian tinggi.

Manfaat jenitri bukan sekadar alat 'hitung' dalam berdoa laiknya tasbih bagi kaum Muslim atau rosario bagi umat Nasrani. Biji jenitri juga berfungsi menghilangkan stres. Itu dibuktikan oleh Dr Suhas Roy dari Benaras Hindu University. Penelitiannya mengungkap utrasum bead-sebutan jenitri di Amerika-biji jenitri mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung. Ia mengatur aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh.

Efek itu diperoleh lantaran biji sima-sebutan jenitri di Sulawesi Selatan-memiliki sifat kimia dan fisik berupa induksi listrik, kapasitansi listrik, pergerakan listrik, dan elektromagnetik. Karena itu biji jenitri mempengaruhi sistem otak pusat saat menyebarkan rangsangan bioelektrokimia. Hasilnya, otak merasa tenang dan menghasilkan pikiran positif.

Sebetulnya, komposisi kimia jenitri tak beda jauh dengan buah lainnya. Antara lain 50,024% karbon, 17,798% hidrogen, 0,9461% nitrogen, dan 30,4531% oksigen. Beberapa elemen mikro dalam biji tanaman anggota famili Elaeocarpaceae itu adalah aluminum, kalsium, klorin, tembaga, kobalt, nikel, besi, magnesium, mangan, dan fosfor.

Panasea

Pembeda jenitri dan buah lain terungkap melalui riset Institut Teknologi India. Jenitri memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Saat digunakan untuk berdoa, misalnya, jenitri memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday, hasil konduksi elektron alkalin. Gara-gara itulah jenitri dipercaya mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental.

Jenitri juga dipercaya menyembuhkan epilepsi, asma, hipertensi, radang sendi, dan penyakit hati. Ia berguna saat dikalungkan di leher ataupun diminum air rebusan. Caranya? Biji jenitri direndam semalam lalu diminum saat perut kosong. Itu terbukti efektif meredam hipertensi dan menghasilkan perasaan tenang dan damai. Dalam 7 hari, tekanan darah turun bila dibarengi dengan mengalungkan jenitri di leher. Khasiat lain, jenitri berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker, dan pembengkakan.

Begitulah riset sahih Singh RK dari Departemen Farmakologi, Banaras Hindu University, India. Ia menggunakan berbagai larutan seperti petroleum eter, benzena, kloroform, asetone, dan etanol untuk melarutkan 200 mg/kg buah jenitri kering. Larutan jenitri hasil perendaman selama 30-45 menit itu menunjukkan sifat antipembengkakan radang akut dan nonakut pada tikus yang dilukai. Di luar itu, jenitri menghilangkan sakit kepala alias antidepresan dan antiborok pada tikus terinjeksi.
Uji praklinis yang melibatkan babi sebagai satwa percobaan, membuktikan jenitri mencegah kerusakan paru-paru. Sebelumnya, babi diinduksi pemicu luka, histamin, dan asetilkoline aerosol. Meski diberi zat perusak paru-paru, organ pernapasan babi-babi itu tetap baik.

Duduk perkaranya karena glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid yang terkandung dalam jenitri melindungi paru-paru. Keempat zat organik itu juga bersifat antibakteri. Terhitung 28 jenis bakteri gram positif dan negatif enyah oleh ekstrak jenitri antara lain Salmonella typhimurium, Morganella morganii, Plesiomonas shigelloides, Shigella flexnerii, dan Shigela sonneii.

Menurut A B. Ray dari Department of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu University, India, alkaloid yang terkandung dalam jenitri: pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine, dan elaeocarpiline. Senyawa itu berkhasiat meluruhkan lemak badan. Caranya, 25 gram buah Elaeocarpus ganitrus kering, dicuci dan direbus dalam 1 gelas air sampai air rebusan tersisa separuh. Setelah air rebusan dingin, saring, lalu minum sekaligus.

Pengisap polutan

Cuma itu faedah genitri? Ada lagi peran lain yang dimainkan oleh genitri sebagaimana hasil riset Dwiarum Setyoningtyas dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung: jenitri sebagai penyerap polutan. Ia membandingkan konsentrasi gas sulfur oksida, nitrogen oksida, dan karbon monoksida dalam kotak kaca berisi tumbuhan ganatri dengan kotak tanpa tumbuhan.

Ke dalam kedua kotak kaca diembuskan emisi gas buang dari hasil pembakaran tiga jenis bahan bakar yang memiliki kandungan biodiesel yang berbeda. Yaitu 10% biodiesel (B-10), 5% biodiesel (B-5), dan 0% biodiesel (B-0) sebagai pembanding. Hasilnya, tingkat pencemaran dari ketiga jenis emisi bahan bakar dalam kotak kaca berisi jenitri tercatat lebih rendah (sulfur oksida 0,81 ? 0,38 ppm, nitrogen oksida 0,49 ? 0,01 ppm, dan karbon monoksida 1,36 ? 0,71 ppm).

Bandingkan dengan kotak kaca tanpa jenitri yang pencemarannya lebih tinggi. Untuk ke-3 zat kimia itu masing-masing 5,15 ? 1,77 ppm, 0,75 ? 0,15 ppm, dan 2,34 ? 1,36 ppm. Kesimpulannya genitri berperan menurunkan tingkat pencemaran. Itu sebabnya, 'Jenitri digunakan sebagai pohon pelindung di sepanjang jalan Bandung-Lembang,' kata Eka Budianta, budayawan.

Pustaka : Trubus