01 Februari 2009

JEMBATAN KLAPASAWIT AMBRUK

Jembatan Klapasawit di dukuh Klapasawit desa Peniron yang berada di ruas jalan Peniron – Kebakalan, Kamis malam Jum’at, 29 Januari 2009 ambruk. Ambruknya jembatan tersebut menyebabkan arus transportasi di jalur jalan tembus Kebumen - Banjarnegara tersebut terputus selama 2 hari. Padahal jalur tersebut sangat vital bagi masyarakat dan sebagai jalur satu-satunya angkutan umum trayek Kebumen – Peniron – Kebakalan – Wonotirto.

Putusnya jembatan tersebut sebenarnya sudah dikhawatirkan masyarakat sejak lama karena jembatan itu sudah lebih dari 8 tahun digerus erosi. Oleh masyarakat, kerusakan jembatan di jalan Kabupaten itu juga sudah lama diusulkan, tetapi pihak terkait terutama Bidang Bina Marga DPU Kab. Kebumen belum juga melakukan perbaikan.

Untuk mengatasi kesulitan masyarakat, pada hari Sabtu kemarin dilakukan kerja bakti membuat jembatan darurat dari kayu dan bambu disebelah jembatan yang terputus. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten beserta jajaran terkait pada hari Sabtu itu juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi, termasuk beberapa wartawan cetak dan elektronik seperti Suara Merdeka, KR, Wawasan, Ratih TV dan RCTI.

Selain putusnya jalur Kebumen – Kebakalan akibat ambruknya jembatan, infrastruktur transportasi di jalur ini juga sudah sangat memprihatinkan. Selain jalan di antara SMPN 2 Pejagoan sampai balai desa yang sudah sangat tak layak sebagai jalan Kabupaten karena seperti kubangan kerbau, jalan mulai Peniron sampai Kebakalan juga sudah rusak parah. Selain kepadatan dan beban dari truk-truk pengangkut pasir, jalan di jalur ini juga seperti tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Bukti yang paling nyata adalah peningkatan jalan yang sepanjang sekitar 8 km dari Karangpoh ke Peniron saja sampai memakan waktu 3 tahun dengan 4 tahap yang sekarang masih menyisakan sekitar 800 meter.

Desa-desa mulai dari Karangpoh sampai Kebakalan memang bagai anak tiri pemerintah/penguasa dibanding jalur lain disekitar Peniron seperti jalur Kebumen Karangsambung dan Karanggayam – Kebakalan. Padahal pada saat menjelang Pemilu seperti ini, Peniron dan sekitarnya selalu menjadi daerah rebutan partai politik. Sayangnya, tidak pernah dari dulu ada wakil rakyat dari daerah ini. Dan sayangnya, masyarakat Peniron dan sekitarnnya pun masih terlalu murah memberi hak suara pada setiap Pemilu. Entah masyarakat yang terlalu bodoh sehingga tidak menyadari potensinya, atau memang sikap parpol-parpol itu yang membiarkan kebodohan masyarakat demi potensi tambang suara mereka.

Maka, menjelang Pemilu 2009 semoga masyarakat bisa menyadari potensinya dengan lebih pintar menggunakan hak pilihnya. JANGAN PILIH CALEG BUSUK!

Ket: foto dari SM

23 Januari 2009

RUSTRIYANTO SH, WAKIL BUPATI KEBUMEN YANG BARU

H Rustriyanto, SH (41), akhirnya terpilih sebagai Wakil Bupati Kebumen pada Rapat Paripurna di DPRD, kemarin. Ia meraih 33 suara dari 35 anggota DPRD yang hadir. Sedangkan pesaingnya, dr AF Bambang Suryanto Sp.PD (42) hanya meraih satu suara, dan satu suara dinyatakan abstain. Pilwagub dimulai sekitar pukul 09.30, setelah 24 wakil rakyat hadir dan dianggap memenuhi kuorum.

Dalam Rapat Pleno yang dipimpin Ketua DPRD H Probo Indartono SE MSi itu juga dihadiri Ketua DPC PDI-P Kebumen Dra Hj Rustriningsih MSi. Politisi yang juga Wagub Jateng itu tiba di Gedung DPRD bersamaan dua cawabup serta diikuti ratusan kader banteng mencereng.
Hadir pula Sekda H Suroso SH mewakili Bupati KH M Nashiruddin AM, Wakapolres Kompol Agung Aristyawan Adhi SH SIK, serta para pejabat eksekutif. Bahkan sewaktu para pejabat telah hadir, baru satu dua wakil rakyat tiba di DPRD.

Setelah rapat pleno dibuka Ketua Dewan, selanjutnya diserahkan kepada Ketua Panitia Pemilihan H Heru Budiyanto, didampingi lima anggota, Misbakhul Ghorib, Ir Budi Hianto Susanto, H Sudarno, M Stevani Dwi Artiningsih, dan Dian Lestari.

Pemilih pertama yang menggunakan hak pilih adalah Ketua Dewan Probo Indartono. Tepuk tangan hadirin menyambut saat Probo maju mengambil surat suara dan memilih di bilik suara, lalu memasukkan ke kotak suara. Bukan rahasia lagi, selama ini ada persaingan terselubung Rustriyanto dan Probo Indartono.

Di tengah jalannya pemilihan, jumlah wakil rakyat yang hadir terus bertambah. Selain dari FPDI-P dengan 19 suara, ditambah tiga anggota dari Partai Demokrat, dari FPPP lima anggota lengkap hadir. Dari FPAN empat orang juga hadir lengkap.
Dari FKB hadir Wakil Ketua DPRD Drs H Marur Adam Maulana MPdI, Imam Sibaweh dan KH Dawami Misbah.

Sedangkan dari FPG tujuh anggota kompak tidak hadir. Wakil Ketua DPRD H Suprapto HS dari FPG sejak awal tegas menyatakan, fraksinya tidak mendukung pengisian wakil bupati.
Dari FKB juga ada tiga anggota tidak hadir menggunakan hak suara. Yaitu Ketua FKB Drs H Habib Kholil, Ir Sri Hari Susanti MM serta Miftahul Ulum. Ketiga wakil rakyat itu sejak awal konsisten tidak menghadiri jadwal pilwabup.

Sekitar 45 menit pemungutan suara pilwabup berakhir. Selanjutnya kotak suara disegel dan dibuka oleh panitia pemilihan. Satu per satu kartu suara dibaca.
Hasil perhitungan akhir, Rustriyanto alias Aan meraih 33 suara, dokter Bambang Suryanto satu suara, dan satu suara abstain.

Ketua DPC PDI-P Drs. Hj Rustriningsih, M.Sc menyatakan, setelah hasil Pilwabup itu dikirim DPRD ke Mendagri lewat Gubernur, diharapkan segera turun persetujuan dan proses pelantikan segera bisa dilakukan. Hal itu supaya roda pemerintahan di Kebumen berjalan normal. Apalagi sudah sekitar empat hingga lima bulan agenda pilwabup sempat tersendat. Rustri juga berharap situasi politik segera pulih dan semua pihak bisa mendukung agenda Pemkab Kebumen di bawah kepemimpinan Bupati KH M Nashiruddin dan Wakil Rustriyanto.(B3-64)

sumber : suaramerdeka.com

18 Januari 2009

MERDI BUMI

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan Muharam atau bulan Sura/Suro, di Peniron selalu diadakan selamatan desa. Di Peniron, selamatan desa setiap bulan Suro ini disebut Merdi Bumi atau Merti Desa.

Semenjak kepemimpinan Kades Triyono Adi, acara selamatan desa selalu diadakan 2 hari. Hari pertama/malam pertama diisi acara pengajian, sedangkan hari kedua diisi pagelaran wayang kulit. Hal ini bertujuan untuk menghormati budaya masyarakat Peniron yang beragam, terutama mengakomodir dua kelompok berpaham Kejawen dan Santri.

Yang perlu diketahui, acara selamatan desa di Peniron dibagi menjadi 2 kategori yaitu Merdi Bumi dan Ruwat Bumi. Merdi Bumi diadakan setiap tahun, dan pada setiap 3 tahun dinamakan ruwat bumi. Merdi Bumi dan Ruwat Bumi disamping berbeda pemaknaan juga dalam hal tata caranya, walaupun acara masih sama pengajian dan wayangan.

Merdi Bumi adalah sebuah selamatan desa sebagai bentuk syukur dan permohonan agar desa menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi kerta titi tentrem kerta raharja. Dalam pengajian dan wayangan, diadakan seperti biasa tak ada ritual dan lakon khusus.

Ruwat Bumi diadakan sebagai ritual untuk meruwat bumi atau membersihkan bumi dan isinya dari hal/aura jahat. Dengan demikian, maka setelah diruwat, bumi dan penghuninya terhindar dari malapetaka. Pada ruwat bumi dihari pertama konon Kyai yang akan mengisi acara pengajianpun berdoa khusus untuk membersihkan dan memagari Peniron dari hal-hal buruk. Sedangkan pada acara wayangan, pagelaran wayang adalah khusus untuk ruwat, yaitu dengan tidak menggunakan kelir, menggunakan blencong/lampu minyak. Lakon dan dalangnyapun khusus untuk acara ruwatan dan dilakukan pada pagelaran siang hari.

Yang paling ditunggu, selesai dalang melakukan ritual ruwat seluruh sesaji dan sarana ritual berupa tumpengan, hasil bumi dan lain-lain akan menjadi rebutan warga. Sebagian memang masih mempercayai bahwa sesaji dan sesranan lain yang telah diberi doa-doa itu akan mendatangkan berkah. Begitulah kepercayaan........

Tahun ini, Peniron hanya mengadakan Merdi Bumi karena ruwat bumi sudah diadakan tahun lalu. Acara diadakan hari Jumat - Sabtu, 16-17 Januari 2009 bertempat di balai desa. Hari pertama adalah acara pengajian yang diadakan malam Sabtu dengan diisi pengajian oleh Kyai Sardi dari Lirap, Petanahan. Disamping pengajian, malam itu juga diisi hiburan seni janeng sampai pagi pimpinan Bpk Irfangi dari Krajan.


Hari kedua adalah pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Wartun Gati Wicara dari desa Watulawang. Disamping menampilkan dalang muda yang cukup mumpuni, wayangan malam tadi juga menampilkan sinden yang lumayan cantik sehingga wayangan tadi malam dihadiri banyak penonton.

Disamping dihadiri masyarakat, Muspika dan Kades tetangga, pagelaran wayangan juga dimanfaatkan oleh para caleg dengan hadir untuk bersosialisasi. Sebagian caleg itu bahkan menjadi donatur dengan sumbangan uang yang lumayan banyak. Untungnya, tidak ada hal-hal yang berbau kampanye pada malam itu, kecuali sebagian permohonan lagu dari penonton yang mengatasnamakan simpatisan parpol.

GENDU--GENDU RASA

Umah nek sue ora ditiliki, apamaning sing kudune kon tunggu umah lunga-lunga bae. Dadine umahe ya sepi nyenyet ora ana wong ngendong. Latare karo jogane ya runtah tok ora tau disapu. Lah wis, pokoke tidak sedap dipandang.

Molai minggu kiye, kayane inyong wis jarang lunga-lunga maning. Walopun lunga kayane ya ora sue-sue kaya wingi. Insyaalloh tek usahakna aweh berita-berita seka ndesa. Mulane ayuh pada ngendong maning mengeneh men umah kiye ora suwung terus. Masalah berita, pancen ngapurane bae wingi sue ora ana berita anyar. Soale inyong mandan sue ora bali meng Peniron. Garep nulis wong datane anu ora akurat, mengko malah dadi menyesatkan.

Sing tek gumuni, ketika gubug kiye jarang ditiliki koh ya Page Rank e malah mundak dadi 3. Kayane pancen sengaja nggo memotivasi dewek men gelem nguri-uri umahe dewek kiye men kopen maning.

Mulane ayuh sedulur, terusna gendu-gendu rasa nang gubug kiye.

15 Desember 2008

AYO MENULIS

Blog kiye wis sue ora diapdit. Pirang dina bae ora ana tulisan anyar. Sepi sunyi. Jan-jannya, aku nunggu ana tulisan anyar seka batir-batir sing wis tek undangi kon dadi penulis. Tapine koh tekan siki esih sepi-sepi bae ya? Ada apa denganmu?



Nangapa koh batir-batir urung gelem pada nulis nang kene ya? Sing bisa njawab tentu batir-batir kabeh sing wis tau tek undang kon dadi penulis blog kiye.. Apa karena urung kober, apa bebeh nulis, apa jan-jannya blog kiye ora pantes dadi milik umum, de el el de el el... Jajal mengko tek gawe polling men pada diisi.


Padahal sing tek karepna inyong jane sederhana, blog kiye men dadi dueke bareng-bareng, dikelola bareng, ana kasil dinikmati bareng. Karena akeh sing ngisi, dadine inpormasi seka tulisan kan bisa lewih akeh, gaya tulisan lan bahasane juga dadi lewih variatif. Ora membosankan nek inyong bae sing nulis. Kue tok jan-jannya..



Atau ada usul, saran, dan kritik mengenai ide ini? Silahkan tinggalkan komentar untuk didiskusikan.



Ayo nulis Kang..

KABAR PROSES PENGISIAN PERANGKAT DESA

Pengisian dan pengangkatan perangkat desa nang Peniron ternyata mundur dari jadwal. Sebab musababe karena ana beberapa poin pengumuman Panitia sing kudu direvisi berdasarkan setelah mendengar berbagai aspirasi masyarakat.


Tapi ngapurane, revisi pengumuman ora sempat diposting nang blog kiye karena admin ora kober mbukak blogger. Dina siki, Senen 15 Desember pendaftaran resmi ditutup. Urung ana info sapa-sapa sing wis ndaptar, tapi ngesuk mesti tek kabari sekaligus profil mengenai kandidat-kandidat pejabat desa mau bakal tek tampilna nang kene. Sabar ya…



Menurut iklan pengumuman sing sempat tek poto, dina ngesuk Panitia molai melakukan penelitian berkas. Bar diteliti, sing berkase urung kumplit mungkin kon nglengkapi, tapi sing ora memenuhi syarat kayane langsung knock out. Ujian tertulis lan wawancara dilaksanakan tanggal 23 Desember sementara pengumuman dan seterusnya inyong urung ngerti. Ngesuk nek olih inpo tek tampilna nang kene. Sabar ya…


Proses pengisian perangkat desa Peniron walaupun jabatan ndesa, tapi lumangyan anget. Mbuh anu kepriwe, nganti dilakoni padu lan otot-ototan karo batir dewek. Mungkin nang sebagian wong Peniron karena dadi perangkat dianggep naik drajat apa ya? Ya ora moga-moga, kabeh proses pengisian perangkat bisa mlaku kanti bener lan menghasilkan perangkat sing bener.