18 Januari 2009

MERDI BUMI

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan Muharam atau bulan Sura/Suro, di Peniron selalu diadakan selamatan desa. Di Peniron, selamatan desa setiap bulan Suro ini disebut Merdi Bumi atau Merti Desa.

Semenjak kepemimpinan Kades Triyono Adi, acara selamatan desa selalu diadakan 2 hari. Hari pertama/malam pertama diisi acara pengajian, sedangkan hari kedua diisi pagelaran wayang kulit. Hal ini bertujuan untuk menghormati budaya masyarakat Peniron yang beragam, terutama mengakomodir dua kelompok berpaham Kejawen dan Santri.

Yang perlu diketahui, acara selamatan desa di Peniron dibagi menjadi 2 kategori yaitu Merdi Bumi dan Ruwat Bumi. Merdi Bumi diadakan setiap tahun, dan pada setiap 3 tahun dinamakan ruwat bumi. Merdi Bumi dan Ruwat Bumi disamping berbeda pemaknaan juga dalam hal tata caranya, walaupun acara masih sama pengajian dan wayangan.

Merdi Bumi adalah sebuah selamatan desa sebagai bentuk syukur dan permohonan agar desa menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi kerta titi tentrem kerta raharja. Dalam pengajian dan wayangan, diadakan seperti biasa tak ada ritual dan lakon khusus.

Ruwat Bumi diadakan sebagai ritual untuk meruwat bumi atau membersihkan bumi dan isinya dari hal/aura jahat. Dengan demikian, maka setelah diruwat, bumi dan penghuninya terhindar dari malapetaka. Pada ruwat bumi dihari pertama konon Kyai yang akan mengisi acara pengajianpun berdoa khusus untuk membersihkan dan memagari Peniron dari hal-hal buruk. Sedangkan pada acara wayangan, pagelaran wayang adalah khusus untuk ruwat, yaitu dengan tidak menggunakan kelir, menggunakan blencong/lampu minyak. Lakon dan dalangnyapun khusus untuk acara ruwatan dan dilakukan pada pagelaran siang hari.

Yang paling ditunggu, selesai dalang melakukan ritual ruwat seluruh sesaji dan sarana ritual berupa tumpengan, hasil bumi dan lain-lain akan menjadi rebutan warga. Sebagian memang masih mempercayai bahwa sesaji dan sesranan lain yang telah diberi doa-doa itu akan mendatangkan berkah. Begitulah kepercayaan........

Tahun ini, Peniron hanya mengadakan Merdi Bumi karena ruwat bumi sudah diadakan tahun lalu. Acara diadakan hari Jumat - Sabtu, 16-17 Januari 2009 bertempat di balai desa. Hari pertama adalah acara pengajian yang diadakan malam Sabtu dengan diisi pengajian oleh Kyai Sardi dari Lirap, Petanahan. Disamping pengajian, malam itu juga diisi hiburan seni janeng sampai pagi pimpinan Bpk Irfangi dari Krajan.


Hari kedua adalah pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Wartun Gati Wicara dari desa Watulawang. Disamping menampilkan dalang muda yang cukup mumpuni, wayangan malam tadi juga menampilkan sinden yang lumayan cantik sehingga wayangan tadi malam dihadiri banyak penonton.

Disamping dihadiri masyarakat, Muspika dan Kades tetangga, pagelaran wayangan juga dimanfaatkan oleh para caleg dengan hadir untuk bersosialisasi. Sebagian caleg itu bahkan menjadi donatur dengan sumbangan uang yang lumayan banyak. Untungnya, tidak ada hal-hal yang berbau kampanye pada malam itu, kecuali sebagian permohonan lagu dari penonton yang mengatasnamakan simpatisan parpol.

GENDU--GENDU RASA

Umah nek sue ora ditiliki, apamaning sing kudune kon tunggu umah lunga-lunga bae. Dadine umahe ya sepi nyenyet ora ana wong ngendong. Latare karo jogane ya runtah tok ora tau disapu. Lah wis, pokoke tidak sedap dipandang.

Molai minggu kiye, kayane inyong wis jarang lunga-lunga maning. Walopun lunga kayane ya ora sue-sue kaya wingi. Insyaalloh tek usahakna aweh berita-berita seka ndesa. Mulane ayuh pada ngendong maning mengeneh men umah kiye ora suwung terus. Masalah berita, pancen ngapurane bae wingi sue ora ana berita anyar. Soale inyong mandan sue ora bali meng Peniron. Garep nulis wong datane anu ora akurat, mengko malah dadi menyesatkan.

Sing tek gumuni, ketika gubug kiye jarang ditiliki koh ya Page Rank e malah mundak dadi 3. Kayane pancen sengaja nggo memotivasi dewek men gelem nguri-uri umahe dewek kiye men kopen maning.

Mulane ayuh sedulur, terusna gendu-gendu rasa nang gubug kiye.

15 Desember 2008

AYO MENULIS

Blog kiye wis sue ora diapdit. Pirang dina bae ora ana tulisan anyar. Sepi sunyi. Jan-jannya, aku nunggu ana tulisan anyar seka batir-batir sing wis tek undangi kon dadi penulis. Tapine koh tekan siki esih sepi-sepi bae ya? Ada apa denganmu?



Nangapa koh batir-batir urung gelem pada nulis nang kene ya? Sing bisa njawab tentu batir-batir kabeh sing wis tau tek undang kon dadi penulis blog kiye.. Apa karena urung kober, apa bebeh nulis, apa jan-jannya blog kiye ora pantes dadi milik umum, de el el de el el... Jajal mengko tek gawe polling men pada diisi.


Padahal sing tek karepna inyong jane sederhana, blog kiye men dadi dueke bareng-bareng, dikelola bareng, ana kasil dinikmati bareng. Karena akeh sing ngisi, dadine inpormasi seka tulisan kan bisa lewih akeh, gaya tulisan lan bahasane juga dadi lewih variatif. Ora membosankan nek inyong bae sing nulis. Kue tok jan-jannya..



Atau ada usul, saran, dan kritik mengenai ide ini? Silahkan tinggalkan komentar untuk didiskusikan.



Ayo nulis Kang..

KABAR PROSES PENGISIAN PERANGKAT DESA

Pengisian dan pengangkatan perangkat desa nang Peniron ternyata mundur dari jadwal. Sebab musababe karena ana beberapa poin pengumuman Panitia sing kudu direvisi berdasarkan setelah mendengar berbagai aspirasi masyarakat.


Tapi ngapurane, revisi pengumuman ora sempat diposting nang blog kiye karena admin ora kober mbukak blogger. Dina siki, Senen 15 Desember pendaftaran resmi ditutup. Urung ana info sapa-sapa sing wis ndaptar, tapi ngesuk mesti tek kabari sekaligus profil mengenai kandidat-kandidat pejabat desa mau bakal tek tampilna nang kene. Sabar ya…



Menurut iklan pengumuman sing sempat tek poto, dina ngesuk Panitia molai melakukan penelitian berkas. Bar diteliti, sing berkase urung kumplit mungkin kon nglengkapi, tapi sing ora memenuhi syarat kayane langsung knock out. Ujian tertulis lan wawancara dilaksanakan tanggal 23 Desember sementara pengumuman dan seterusnya inyong urung ngerti. Ngesuk nek olih inpo tek tampilna nang kene. Sabar ya…


Proses pengisian perangkat desa Peniron walaupun jabatan ndesa, tapi lumangyan anget. Mbuh anu kepriwe, nganti dilakoni padu lan otot-ototan karo batir dewek. Mungkin nang sebagian wong Peniron karena dadi perangkat dianggep naik drajat apa ya? Ya ora moga-moga, kabeh proses pengisian perangkat bisa mlaku kanti bener lan menghasilkan perangkat sing bener.


18 November 2008

PENGUMUMAN

Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda karena beberapa minggu terakhir blog ini tidak diupdate dengan artikel baru. Disamping lagi tetirah sebagai laku mencari ilham dan ngelmu baru, blog ini juga mau dikelola secara bareng-bareng oleh siapapun wong Peniron yang mau berpartisipasi. 

Nantinya blog ini diharapkan menjadi media komunitas bersama untuk berlatih menulis dan belajar apa saja dan oleh siapa saja. Tak perlu muluk mau jadi apa blog ini ke depan, yang terpenting  sebagai sarana penunjang komunikasi blog ini tidak mati dan memberi pencerahan untuk kita bersama karena kita bisa belajar bersama-sama.

Untuk menulis, karena ini blog ndeso maka Anda tidak perlu nulis yang berat-berat karena kami malah takut tidak mudeng. Anda bebas menulis dengan gaya Anda sendiri karena dengan itu justru akan membuat blog ini semakin kaya. 
Topiknya pun bebas banget, apa saja asal jangan spam dan hal-hal yang berbau pornografi dan SARA. Selain itu, Anda juga tidak harus menjadi orang Peniron untuk menjadi penulis di sini karena tidak harus Anda menulis tentang Peniron. Kalaupun judul blog ini harus diganti, semua bisa diatur asal ada kesepakatan. Bukan begitu?

Yang ikhlas ingin membagi waktu untuk nulis, silahkan Anda sampaikan melalui komentar dibawah ini.  Anda akan dengan senang hati kami daftarkan sebagai penghuni rumah bersama ini.

Mari menulis apa saja, dan mudah-mudahan blog ini akan menjadi milik siapa saja.


Kami tunggu partisipasinya..

08 November 2008

KERUSAKAN JALAN PENIRON SUDAH SANGAT PARAH

Jalan kabupaten jalur Karangpoh – Peniron – Kebakalan – Wonotirto – Batas Banjarnegara yang ada di desa Peniron mulai dari SMP N 2 Pejagoan sampai Balai Desa kondisinya semakin memprihatinkan. Kondisi jalan sepanjang 800 meter itu lebih mirip sawah karena penuh dengan kubangan dan lumpur. Apalagi dimusim penghujan seperti sekarang, pengendara motor perlu berhati-hati karena banyak kubangan air bercampur lumpur yang membuat warna motor seperti traktor.


Padahal, jalan itu adalah jalan kabupaten yang dilalui angkutan umum 2 trayek, ke Watulawang dan ke Wonotirto Karanggayam dan menjadi jalan utama desa-desa disebelah barat sungai Luk Ulo sehingga setiap hari ramai dengan lalu lalang kendaraan. Jalan ini juga menjadi jalur proyek jalan tembus Kebumen – Banjar.
Yang menyesakkan, SUDAH PULUHAN TAHUN jalan itu TIDAK PERNAH DIPERBAIKI dengan pengaspalan ulang kecuali hanya diurug pasir. Perbaikan jalan Tembono – Peniron dari dulu hanya berhenti sampai desa Jemur dan Kebagoran. Sementara jalan di Peniron yang baru tahun ini diperbaiki, pun tidak diperbaiki semua.


Sejak awal tahun 2007, ketika Pemkab menganggarkan untuk peningkatan jalan Tembono – Peniron dalam beberapa tahap, masyarakat Peniron ke utara selalu berharap akan menikmati jalan yang bagus seperti daerah-daerah lain. Tetapi sampai Tahap III di pertengahan tahun 2008, ternyata pekerjaan peningkatan jalan hanya sampai dekat SMPN 2 Pejagoan. Sisanya sepanjang 800 meter dibiarkan rusak.


Warga hanya bisa bertanya, ada apa ini? Bagaimana bisa perbaikan dan peningkatan jalan dari dulu seperti tidak pernah memihak warga Peniron? Bagaimana bisa, jalan yang tinggal 800 meter itu tidak masuk dalam perencanaan sebelumnya, padahal kerusakannya sudah parah bertahun-tahun? Lantas, kapan jalan rusak itu akan dibangun? Dan jika sekarang dibangunpun, jalan yang dibangun pada tahap-tahap kemarin sudah rusak, lantas kapan warga Peniron dan sekitarnya akan menikmati jalan bagus?


Bupati, Kepala Dinas, Camat dan Kades harusnya malu pada rakyatnya. Mudah-mudahan walaupun terlambat, ada perhatian dari pihak terkait. Atau karena menjelang Pemilu mudah-mudahan ada angin kepentingan politik bertiup ke utara.
Jika ternyata tidak juga perubahan, semoga masyarakat Peniron sadar, bahwa pilihan pada Pemilu seharusnya digunakan dengan cerdas agar punya nilai tawar di mata politisi dan pembuat kebijakan.


Atau kalau tidak, perlukah warga melakukan aksi simpatik dengan mencangkuli dan menanami jalanan yang lebih pantas sebagai sawah itu?